TUHANKU

Segala puji bagi-Mu, Tuhan penguasa alam seisinya. Atas ridhomu, ruh ini ,masih melekat dalam tubuhku. Atas karunia-Mu, tubuh ini mampu ditegakkan. Atas berkah-Mu, hati  yang  gelap berangsur bersinar walau kini masih buram.

Ya Allah… begitu banyak kasih-Mu tercurahkan untuk hamba yang lemah ini. Tanpa jeda, Engkau beri hamba asa, cinta dan hidup yang penuh cerita. Begitu sayangnya Engkau, sehingga mengujiku dengan tapi apa balasanku pada-Mu Allah?? Saat Engkau anugrahi kebahagiaan, aku justru terlena karenanya. Berusaha meneguk lebih banyak nikmat, sehingga aku lupa tentang-Mu.

Kusadari bahwa jarang terdengar dzikir dan asma-Mu yang suci dari mulut  yang penuh caci. Senangku…justru membuat lalai akan kewajibanku pada-Mu. Rabbi…hamba mengaku bersalah…,selalu merutuk diri. Kenapa begini..? kenapa begitu…? mengapa slalu kekurangan? Bahkan hati pernah berbisik bahwa Engkau tidak adil!! Hanya karena masalah dunia yang membuat galau. Saat Engkau beri cobaan sperti sakit typus tahun lalu, aku hanya bisa mengeluh.. dan merepotkan ibu. Tanpa memandang dibalik cobaan itu, Kau juga melimpahkan cinta-Mu. Andaikan saja aku lebih bersyukur! Sakitku, membuat ayah dan ibu menjadi harmonis kembali. Aku pun jadi tahu, bahwa teman-teman dan saudara-saudaraku begitu peduli denganku. Mereka membesuk dan panjatkan doa untuk kesembuhanku.

 Al-Quddus…. aku penuh akan kekhilafan. Kurenungi masa-masa yang tak luput dari dosa…, tanpa syukur Alhamdulillah. Sungguh membuatku terisak dan susah bernafas. Tapi Ya Allah…jangan biarkan air mata yang kini menetes adalah air mata buaya… aku tak ingin Ya Illahi..! biarkan ini sebagai tetesan air mata yang slalu mengingat-Mu. Allah yang penyayang…betapa kuingat ketika Sabtu itu aku hampir  saja  tertabrak mobil di rel kereta api, jika tidak kau turunkan pertolongan dari tanganMu.

Ya mutakabbir, aku mengerti… bahwa hanya Engkau yang selalu menemani. Bukan dia atau mereka. Kau slalu temani Di dasar hati, dalam aliran darah di nadi, dan di tiap-tiap hembusan nafasku. Semua itu milik-Mu, yang Kau titipkan padaku. Allah… terimakasih.

 

Ini tulus dariku, karna Engkau selalu sabarkan diri yang sering lemah ini. Penuh kelembutan. Jadikan aku lebih dewasa dan mengerti apa itu asa dari sebuah ilusi. Menjaga senyumku… selalu. Wahai yang membolak-balikan hati, tetapkanlah aku selalu menggegam agamamu. Amin….🙂

,Gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s